Archive for August, 2009
Setup A Bridge For VirtualBox
First You just need to load the “vboxnetflt” modules if it isn’t loaded yet, and adjust the networking type in the VirtualBox Guest Network Settings to Attach to “Host Interface”.
sudo modprobe vboxnetflt
And then install bridge-utils to be able to create network bridges:
sudo apt-get install bridge-utils
Before you begin, back up the current interfaces file with a copy that has the current date in its name:
sudo cp /etc/network/interfaces /etc/network/interfaces.`date +%F~%T`
Read the rest of this entry »
Jangan Takut Jadi Orang Aneh
“Dunia memang aneh”, Gumam Pak Ustadz
“Apanya yang aneh Pak?” Tanya Penulis yang fakir ini.
“Tidakkah antum perhatikan disekeliling antum, bahwa dunia menjadi terbolak-balik, tuntunan jadi tontonan, tontonan jadi tuntunan, sesuatu yang wajar dan seharusnya dipergunjingkan, sementara perilaku menyimpang dan kurang ajar malah menjadi pemandangan biasa” “Coba antum rasakan sendiri, nanti Maghrib, antum kemasjid, kenakan pakaian yang paling bagus yang antum miliki, pakai minyak wangi, pakai sorban, lalu antum berjalan kemari, nanti antum ceritakan apa yang antum alami” Kata Pak Ustadz. Tanpa banyak tanya, penulis melakukan apa yang diperintahkan Pak Ustadz, menjelang maghrib, penulis bersiap dengan mengenakan pakaian dan wewangian dan berjalan menunju masjid yang berjarak sekitar 800m dari rumah. Belum setengah perjalanan, penulis berpapasan dengan seorang ibu muda yang sedang jalan-jalan sore sambil menyuapi anaknya” “Aduh, tumben nih rapih banget, kayak pak ustadz, mau kemana sih? Tanya ibu muda itu.
Read the rest of this entry »
Memerangi Teroris Atau Memerangi Islam?
Kalian semua pasti masih inget pemberitaan tentang penangkapan tujuh Da’i asal Philipina yang di tangkep di semarang. Walaupun mereka di tangkap dengan alasan menyalahgunakan visa, tapi kita tahu bahwa polisi sekarang ini seperti kebakaran jenggot. Hati-hati jika kalian semua untuk pria memakai celana gantung, bersorban dan berjenggot dan untuk wanitanya memakai cadar, karena menurut penilaian polisi atau intelejen kalian itu pasti penganut islam garis keras yang mengajarkan terorisme. Masih inget juga wacana tentang pengawasan aktifitas para Da’i dalam memberikan ceramah? Walaupun pada saat itu Kapolri membantah wacana tersebut, tapi hal itu sudah terlanjur menjadi konsumsi publik. Mungkin saja jika hal tersebut tidak di ketahui oleh publik, pengawasan terhadap para Da’i dalam memberikan ceramah tetap dilakukan. Dan seperti kembali ke jaman Soeharto dulu, banyak para Da’i kita yang di tangkap dan di cuci otaknya karena berceramah terlalu vokal.
Kenapa sampai sebegitu penanganan pemberantasan teroris oleh polisi atau intelejen kita? Sehingga tidak salah jika kita sampai berpikir, ingin memberantas teroris atau ingin memberantas islam? Apakah karena ulah segelintir orang yang melakukan tindakan terorisme, lantas kita bisa menggenaralisir bahwa islam itu adalah agama teroris? Lantas, apakah mereka-mereka itu berpikiran sama jika ada segelintir orang yang tidak beragama Islam melakukan tindakan terorisme, apakah mereka-mereka itu juga akan menggenalisir bahwa agama orang tersebut adalah agama teroris? Dan melakukan tindakan atau perlakuan yang sama dengan yang mereka lakukan terhadap para ulama atau orang yang mereka anggap radikal?
Share
