<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>harddian.com &#187; Kesehatan</title>
	<atom:link href="http://harddian.com/category/kesehatan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://harddian.com</link>
	<description>sebuah catatan seorang harddian.......</description>
	<lastBuildDate>Sun, 11 Mar 2012 18:13:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.3</generator>
		<item>
		<title>Tisu Bisa Sebabkan Kanker Serviks&#8230;</title>
		<link>http://harddian.com/2010/02/15/tisu-bisa-sebabkan-kanker-serviks/</link>
		<comments>http://harddian.com/2010/02/15/tisu-bisa-sebabkan-kanker-serviks/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Feb 2010 22:54:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[dioksin]]></category>
		<category><![CDATA[kanker serviks]]></category>
		<category><![CDATA[penyebab kanker serviks]]></category>
		<category><![CDATA[vagina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://harddian.com/?p=169</guid>
		<description><![CDATA[TAHUKAH Anda bahwa penggunaan tisu dan pembalut wanita di sekitar kita ternyata bisa menyebabkan kanker? Dioksin, zat penyebab kanker disinyalir merupakan salah satu pemicu terjangkitnya kanker serviks. Memang, tidak semua tisu atau pembalut wanita mengandung dioksin. Dioksin biasanya ada pada tisu dan pembalut wanita biasa. Jika Anda tidak waspada terhadapnya, ini bisa berakibat fatal bagi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>TAHUKAH Anda bahwa penggunaan tisu dan pembalut wanita di sekitar kita ternyata bisa menyebabkan kanker? Dioksin, zat penyebab kanker disinyalir merupakan salah satu pemicu terjangkitnya kanker serviks.</p>
<p>Memang, tidak semua tisu atau pembalut wanita mengandung dioksin. Dioksin biasanya ada pada tisu dan pembalut wanita biasa. Jika Anda tidak waspada terhadapnya, ini bisa berakibat fatal bagi kesehatan.<br />
<span id="more-169"></span><br />
Apa Itu dioksin? Dioksin adalah senyawa yang tergolong karsionogenik yang mampu mengacaukan sistem hormon, yaitu dengan cara bergabung dengan kaseptor hormon, sehingga mengubah fungsi dan mekanisme genetis dari sel.</p>
<p>Dioksin mengakibatkan pengaruh yang sangat luas, seperti kanker, menurunkan daya tahan tubuh, mengacaukan sistem saraf, keguguran kandungan, dan dapat mengakibatkan cacat kelahiran (birth deformity). Selain itu, dioksin secara langsung mampu menurunkan sel B dan secara tidak langsung menurunkan jumlah sel T yang berperan dalam sistem imun.</p>
<p>“Penggunaan tisu tidak merta bisa mengakibatkan kanker. Namun memang, penggunaan powder tidak disarankan pada daerah vulva karena ada partikelnya pelan-pelan masuk ke dalam rongga perut,” jelas Dr dr Laila Nuranna SpOG(K), dari Rumah Sakit Cipto Mengunkusumo (RSCM) kepada cumbu.co.cc saat ditemui di acara “Woman Health Expo &amp; Bazaar 2010″ di Puri Agung Sahid Jaya Hotel, beberapa waktu lalu.</p>
<p>Kanker serviks sendiri bukan merupakan penyakit genetik, tidak seperti kanker payudara, kanker indung telur, maupun kanker badan rahim. Kendati demikian, penyakit ini tidak memandang usia.</p>
<p>“Semua wanita berisiko terkena kanker serviks. Tanpa memandang usia dan gaya hidup,” tukas Dr Laila.</p>
<p>Sumber Cumbu.co.cc</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://harddian.com/2010/02/15/tisu-bisa-sebabkan-kanker-serviks/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tertawa Itu (Benar) Obat</title>
		<link>http://harddian.com/2009/09/01/tertawa-itu-benar-obat/</link>
		<comments>http://harddian.com/2009/09/01/tertawa-itu-benar-obat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Sep 2009 02:42:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://harddian.com/?p=121</guid>
		<description><![CDATA[Kata orang, tertawa itu obat paling baik. Sebuah studi kecil-kecilan yang memberikan dosis humor sepanjang setahun kepada para pasien diabetes membuktikan bahwa tertawa setidaknya memang bisa membantu. Tim peneliti di Loma Linda University, California, Amerika Serikat, membagi 20 pasien diabetes berisiko tinggi&#8211;seluruhnya dengan hipertensi dan hiperlipidemia (faktor risiko untuk penyakit jantung dan pembuluh darah)&#8211;menjadi dua [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kata orang, tertawa itu obat paling baik. Sebuah studi kecil-kecilan yang<br />
memberikan dosis humor sepanjang setahun kepada para pasien diabetes<br />
membuktikan bahwa tertawa setidaknya memang bisa membantu.<br />
<span id="more-121"></span><br />
Tim peneliti di Loma Linda University, California, Amerika Serikat, membagi<br />
20 pasien diabetes berisiko tinggi&#8211;seluruhnya dengan hipertensi dan<br />
hiperlipidemia (faktor risiko untuk penyakit jantung dan pembuluh<br />
darah)&#8211;menjadi dua kelompok. Kedua kelompok itu lalu diberikan resep<br />
pengobatan diabetes yang standar.</p>
<p>Grup L&#8211;sebut saja begitu&#8211;mendapat asupan tambahan berupa tontonan humor<br />
seperti Srimulat di sini selama 30 menit setiap harinya. Sedangkan grup<br />
lainnya yang berperan sebagai kontrol, Grup C, tidak mendapatkannya.<br />
Perbedaan terapi ini dibuat selama setahun.</p>
<p>Studi baru berjalan dua bulan, pasien di kelompok &#8216;tertawa&#8217; (Grup L)<br />
terdeteksi memiliki kadar hormon *epinephrine* dan *norepinephrine* yang<br />
lebih rendah. Hormon-hormon itu bisa digunakan untuk mengukur kadar stres.<br />
Stres diketahui bisa berakibat fatal pada pasien diabetes.</p>
<p>Setelah genap 12 bulan, kolesterol HDL (kolesterol yang baik) meningkat 26<br />
persen di Grup L, tapi hanya 3 persen dalam Grup C. Dalam takaran lainnya,<br />
protein C-reaktif, penanda peradangan dan penyakit kardiovaskuler menurun 66<br />
persen di kelompok &#8216;tertawa&#8217; dan lagi-lagi hanya 26 persen penurunan yang<br />
terekam di kelompok kontrol.</p>
<p>&#8220;Seorang ahli kesehatan yang baik semestinya tahu bahwa ada intervensi<br />
fisiologis intrinsik yang dibawa oleh emosi positif, seperti tertawa lepas,<br />
optimistis, dan rasa mengharap,&#8221; ujar ketua tim studi, Lee Berk, dari Loma<br />
Linda University.</p>
<p>Hasil studi itu sejalan dengan riset yang pernah dilakukan sebelumnya yang<br />
menemukan bahwa humor bisa membuat kita lebih memiliki harapan. Riset pada<br />
2005 di University of Maryland School of Medicine juga mengindikasikan<br />
tertawa menyebabkan rongga bagian dalam pembuluh darah mengembang, membuat<br />
aliran darah lebih kencang. Aliran darah yang lebih lancar sejatinya penanda<br />
tubuh lebih sehat. *LIVESCIENCE*</p>
<p>**</p>
<p>http://www.korantempo.com/korantempo/koran/2009/04/21/Ilmu_dan_Teknologi/krn.20090421.163043.id.html</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://harddian.com/2009/09/01/tertawa-itu-benar-obat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tas tangan yang mematikan</title>
		<link>http://harddian.com/2008/09/07/tas-tangan-yang-mematikan/</link>
		<comments>http://harddian.com/2008/09/07/tas-tangan-yang-mematikan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Sep 2008 03:40:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://harddian.com/?p=38</guid>
		<description><![CDATA[Saya tidak pernah terpikir sama sekali. Siapa yang akan berpikir seperti ini? Sudahkah Anda memperhatikan wanita yang meletakkan tasnya di atas lantai toilet umum dan kemudian pergi secara langsung ke meja makan mereka serta meletakkan tas itu di atas meja? Sering terjadi! Makanan dari restoran atau fast food bukanlah penyebab yang sering mengakibatkan sakit perut. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya tidak pernah terpikir sama sekali. Siapa yang akan berpikir seperti<br />
ini? Sudahkah Anda memperhatikan wanita yang meletakkan tasnya di atas<br />
lantai toilet umum dan kemudian pergi secara langsung ke meja makan mereka<br />
serta meletakkan tas itu di atas meja? Sering terjadi!<br />
Makanan dari restoran atau fast food bukanlah penyebab yang sering<br />
mengakibatkan sakit perut. Kadang-kadang, justru yang Anda tidak ketahui lah yang bisa merugikan Anda!</p>
<p>Baca terus,&#8230;</p>
<p><span id="more-38"></span></p>
<p>Biasanya para Ibu sering merasa terganggu pada saat tamu yang datang dan<br />
meletakkan tas mereka di atas meja tempatnya memasak dan menyajikan makanan.<br />
Seorang Ibu selalu menganggap bahwa tas itu kotor, karena tas tersebut telah terkontaminasi udara luar (debu, kotoran dsb). Hmmm..Ibu<br />
yang pintar ya..?</p>
<p>Ini adalah masalah yang disebabkan oleh para wanita sendiri. Sementara para<br />
wanita tersebut tahu dengan pasti apa isi tasnya, apakah pernah terbayangkan apa yang ada di bagian luar tas tersebut?</p>
<p>Para wanita membawa tasnya kemana-mana, dari mulai kantor sampai toilet umum sampai lantai mobil. Kebanyakan para wanita tidak pernah pergi tanpa tas. Tetapi, pernahkah terpikir kemana saja tas itu sudah berada sepanjang hari ?<br />
&#8220;Saya menggunakan bis, dalam perjalanan saya se hari-hari dan kadang saya<br />
meletakkan tas saya di lantai bis&#8221; kata seorang wanita. Atau di lantai mobil saya dan di toilet.. &#8221; Kadang saya juga meletakkan tas saya di kereta<br />
belanja dan akhirnya di toilet umum&#8221; (lagi) kata seorang wanita lainnya dan<br />
tentunya di rumah saya yang tempatnya lebih bersih.</p>
<p>Kami memutuskan untuk mencari tahu apakah tas tersebut merupakan tempat<br />
berkumpul bakteri-bakteri. Kami melakukan tes di Nelson Laboratories di Salt Lake City , dan kami memutuskan untuk meneliti jumlah rata-rata tas tangan yang dibawa para wanita setiap hari nya.</p>
<p>Kebanyakan wanita mengatakan bahwa mereka tidak berhenti berpikir tentang<br />
apa yang ada di bagian bawah tas mereka. Kebanyakan wanita tersebut<br />
mengatakan biasanya mereka meletakkan tas mereka di atas meja dapur atau<br />
meja makan saat makanan disajikan. Para wanita ini mengatakan mereka tidak<br />
akan heran bila tas mereka sedikit kotor. Tapi ternyata,yang mengejutkan<br />
adalah bahwa tas tersebut sangatlah kotor, bahkan ahli mikrobioligi yang<br />
melakukan tes tersebut pun sangat terkejut. Ahli mikrobiologi Amy Karen dari Nelson Labs mengatakan hampir semua tas yang diuji, bukan saja banyak<br />
mengandung bakteri biasa tapi juga bakteri yang amat berbahaya. Contohnya<br />
bakteri Psudomonas yang dapat menyebabkan infeksi mata,staphylococcus<br />
aurous dapat menyebabkan infeksi kulit yang serius dan salmonella serta<br />
e-coli yang ditemukan pada tas dapat menyebabkan orang jatuh sakit. Dalam<br />
sebuah contoh, empat dan lima tas yang diuji positif mengandung salmonella<br />
dan itu ternyata bukan yang terburuk..</p>
<p>Tas yang terbuat dari kulit atau vinyl cenderung lebih bersih dan tas yang<br />
terbuat dari kain dan saat ini trend model amat memegang peranan yang<br />
penting. Wanita yang memilik anak-anak cenderung memiliki tas yang lebih<br />
kotor daripada yang tidak memiliki anak, dengan satu pengecualian.<br />
Tas seorang wanita single yang sering pergi hangout ke klub atau cafe atau<br />
diskotik adalah yang paling terkontaminasi, kadang mengandung kotoran<br />
(feses) atau kemungkinan bekas muntahan, kata Amy.</p>
<p>Inti tulisan ini adalah tas Anda tidak akan menyakitkan Anda, tetapi ada<br />
kemungkinan membuat Anda sakit jika Anda tetap melakukan dan meletakkan tas<br />
di tempat Anda makan. Gunakan gantungan untuk meletakkan tas Anda di rumah<br />
atau di toilet umum dan jangan letakkan tas di atas meja restoran atau meja<br />
makan Anda.</p>
<p>Para ahli mengatakan, Anda harus memperlakukan tas tersebut sama dengan<br />
sepatu Anda. Jika Anda berpikir meletakkan sepasang sepatu di atas meja<br />
makan atau dapur maka hal yang sama terjadi jika Anda meletakkan tas. Tas<br />
Anda telah terkontaminasi oleh orang-orang lain yang datang ke tempat<br />
tersebut sebelum Anda, mereka bersin, batuk-batuk, buang air kecil, dan<br />
sebagainya.</p>
<p>Apakah Anda benar-benar ingin membawa semua kotoran itu ke rumah? Para ahli<br />
mikrobiologi di Nelson mengatakan bahwa wanita harus rajin membersihkan<br />
tasnya dan itu amat membantu. Cuci tas yang terbuat dari kain dan gunakan pembersih kulit untuk membersihkan bagian bawah tas kulit Anda.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://harddian.com/2008/09/07/tas-tangan-yang-mematikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sistem kekebalan tubuh anda bisa mengatasi penyakit jantung</title>
		<link>http://harddian.com/2008/09/03/sistem-kekebalan-tubuh-anda-bisa-mengatasi-penyakit-jantung/</link>
		<comments>http://harddian.com/2008/09/03/sistem-kekebalan-tubuh-anda-bisa-mengatasi-penyakit-jantung/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Sep 2008 14:17:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://harddian.com/?p=36</guid>
		<description><![CDATA[Penyakit jantung merupakan penyebab kematian nomor satu pada orang Amerika dewasa. Setiap tahunnya, di Amerika Serikat: • 478000 orang meninggal karena penyakit jantung koroner. • 1,5 juta orang mengalami serangan jantung. • 407000 orang mengalami operasi peralihan. • 300000 orang menjalani angioplasti. Penyakit jantung, stroke, dan penyakit periferal arterial merupakan penyakit yang mematikan. Di seluruh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Penyakit jantung merupakan penyebab kematian nomor satu pada orang<br />
Amerika dewasa. Setiap tahunnya, di Amerika Serikat:<br />
• 478000 orang meninggal karena penyakit jantung koroner.<br />
• 1,5 juta orang mengalami serangan jantung.<br />
• 407000 orang mengalami operasi peralihan.<br />
• 300000 orang menjalani angioplasti.</p>
<p><span id="more-36"></span></p>
<p>Penyakit jantung, stroke, dan penyakit periferal arterial merupakan<br />
penyakit yang mematikan. Di seluruh dunia, jumlah penderita penyakit<br />
ini terus bertambah. Ketiga kategori penyakit ini tidak lepas dari<br />
gaya hidup yang kurang sehat yang banyak dilakukan seiring dengan<br />
berubahnya pola hidup.</p>
<p>Faktor-faktor pemicu serangan jantung ialah Merokok, mengonsumsi<br />
makanan berkolestrol tinggi, kurang gerak, malas berolahraga, stres,<br />
dan kurang istirahat.</p>
<p>Jantung adalah organ berupa otot, berbentuk kerucut, berongga dan<br />
dengan basisnya di atas dan puncaknya di bawah. Apex-nya (puncak)<br />
miring ke sebelah kiri. Berat jantung kira-kira 300 gram. Agar jantung<br />
berfungsi sebagai pemompa yang efisien, otot-otot jantung, rongga atas<br />
dan rongga bawah harus berkontraksi secara bergantian. Laju<br />
denyut-denyut jantung atau kerja pompa ini dikendalikan secara alami<br />
oleh suatu &#8220;pengatur irama&#8221;. Ini terdiri dari sekelompok secara<br />
khusus, disebut nodus sinotrialis, yang terletak didalam dinding<br />
serambi kanan. Sebuah impuls listrik yang ditransmisikan dari nodus<br />
sinotrialis ke kedua serambi membuat keduanya berkontraksi secara<br />
serentak. Arus listrik ini selanjutnya di teruskan ke dinding-dinding<br />
bilik, yang pada gilirannya membuat bilik-bilik berkontraksi secara<br />
serentak. Periode kontraksi ini disebut systole. Selanjutnya periode<br />
ini diikuti dengan sebuah periode relaksasi pendek &#8211; kira-kira 0,4<br />
detik &#8211; yang disebut diastole, sebelum impuls berikutnya datang. Nodus<br />
sinotrialus menghasilkan antara 60 hingga 72 impuls seperti ini setiap<br />
menit ketika jantung sedang santai. Produksi impuls-impuls ini juga<br />
dikendalikan oleh suatu bagian sistem syaraf yang disebut sistem<br />
syaraf otonom, yang bekerja diluar keinginan kita. Sistem listrik<br />
built-in inilah yang menghasilkan kontraksi-kontraksi otot jantung<br />
beirama yang disebut denyut jantung.</p>
<p><strong>Faktor-faktor Risiko Penyakit Jantung Koroner</strong><br />
• Memasuki usia 45 tahun bagi pria.<br />
Sangat penting bagi kaum pria untuk menyadari kerentanan mereka dan<br />
mengambil tindakan positif untuk mencegah datangnya penyakit jantung.<br />
• Bagi wanita, memasuki usia 55 tahun atau mengalami menopause dini<br />
(sebagai akibat operasi).<br />
Wanita mulai menyusul pria dalam hal resiko penyakit jantung setelah<br />
mengalami menopause.<br />
• Riwayat penyakit jantung dalam keluarga.<br />
Riwayat serangan jantung didalam keluarga sering merupakan akibat dari<br />
profil kolesterol yang tidak normal.<br />
• Diabetes.<br />
Kebanyakan penderita diabetes meninggal bukanlah karena meningkatnya<br />
level gula darah, namun karena kondisi komplikasi jantung mereka.<br />
• Merokok.<br />
Resiko penyakit jantung drai merokok setara dengan 100 pon kelebihan<br />
berat badan &#8211; jadi tidak mungkin menyamakan keduanya.<br />
• Tekanan darah tinggi (hipertensi) .<br />
• Kegemukan (obesitas).<br />
Obesitas tengah (perut buncit) adalah bentuk dari kegemukan. Walaupun<br />
semua orang gemuk cenderung memiliki resiko penyakit jantung, orang<br />
dengan obesitas tengah lebih-lebih lagi.<br />
• Gaya hidup buruk.<br />
Gaya hidup yang buruk merupakan salah satu akar penyebab penyakit<br />
jantung &#8211; dan menggantinya dengan kegiatan fisik merupakan salah satu<br />
langkah paling radikal yang dapat diambil.<br />
• Stress.<br />
Banyak penelitian yang sudah menunjukkan bahwa, bila menghadapi<br />
situasi yang tegang, dapat terjadi arithmias jantung yang membahayakan<br />
jiwa.</p>
<p><strong>Serangan Jantung</strong><br />
Serangan jantung adalah suatu kondisi ketika kerusakan dialami oleh<br />
bagian otot jantung (myocardium) akibat mendadak sangat berkurangnya<br />
pasokan darah ke situ. Berkurangnya pasokan darah ke jantung secara<br />
tiba-tiba dapat terjadi ketika salah satu nadi koroner ter blokade<br />
selama beberapa saat, entah akibat spasme &#8211; mengencangnya nadi koroner<br />
- atau akibar pergumpalan darah &#8211; thrombus. Bagian otot jantung yang<br />
biasanya di pasok oleh nadi yang terblokade berhenti berfungsi dengan<br />
baik segera setelah splasme reda dengan sendirinya, gejala-gejala<br />
hilang secara menyeluruh dan otot jantung berfungsi secara betul-betul<br />
normal lagi. Ini sering disebut crescendo angina atau coronary<br />
insufficiency. Sebaliknya, apabila pasokan darah ke jantung terhenti<br />
sama sekali, sel-sel yang bersangkutan mengalami perubahan yang<br />
permanen hanya dalam beberapa jam saja dan bagian otot jantung<br />
termaksud mengalami penurunan mutu atau rusak secara permanen. Otot<br />
yang mati ini disebut infark.</p>
<p><strong>Gejala Serangan Jantung</strong><br />
Gejala-gejala ini untuk setiap orang bisa berbeda. Sebuah serangan<br />
jantung mungkin dimulai dengan rasa sakit yang tidak jelas, rasa tidak<br />
nyaman yang samar, atau rasa sesak dibagian tengah dada. Kadang,<br />
sebuah serangan jantung hanya menimbulkan rasa tidak nyaman yang<br />
ringan sekali sehingga sering disalahartikan sebagai gangguan<br />
pencernaan, atau bahkan lepas dari perhatian sama sekali. Dalam hal<br />
ini, satu-satunya cara yang memungkinkan terdeteksinya sebuah serangan<br />
jantung adalah ketika harus menjalani pemeriksaan ECG untuk alasan<br />
lain yang mungkin tidak berkaitan. Dipihak lain, serangan jantung<br />
mungkin menghadirkan rasa nyeri paling buruk yang pernah dialami -<br />
rasa sesak yang luar biasa atau rasa terjepit pada dada, tenggorokan<br />
atau perut. Bisa juga mengucurkan keringat panas atau dingin, kaki<br />
terasa sakit sekali dan rasa ketakutan bahwa ajal sudah mendekat. Juga<br />
mungkin merasa lebih nyaman bila duduk dibanding bila berbaring dan<br />
mungkin nafas begitu sesak sehingga tidak bisa santai. Rasa mual dan<br />
pusing bahkan sampai muntah, bahkan yang lebih para yaitu ketika<br />
sampai kolaps dan pingsan.<br />
Ada beberapa gejala yang lebih spesifik, antara lain:<br />
• Nyeri. Jika otot tidak mendapatkan cukup darah (suatu keadaan yang<br />
disebut iskemi), maka oksigen yang tidak memadai dan hasil metabolisme<br />
yang berlebihan menyebabkan kram atau kejang. Angina merupakan<br />
perasaan sesak di dada atau perasaan dada diremas-remas, yang timbul<br />
jika otot jantung tidak mendapatkan darah yang cukup. Jenis dan<br />
beratnya nyeri atau ketidaknyamanan ini bervariasi pada setiap orang.<br />
Beberapa orang myang mengalami kekurangan aliran darah bisa tidak<br />
merasakan nyeri sama sekali (suatu keadaan yang disebut silent ischemia).<br />
• Sesak nafas merupakan gejala yang biasa ditemukan pada gagal<br />
jantung. Sesak merupakan akibat dari masuknya cairan ke dalam rongga<br />
udara di paru-paru (kongesti pulmoner atau edema pulmoner).<br />
• Kelelahan atau kepenatan. Jika jantung tidak efektif memompa, maka<br />
aliran darah ke otot selama melakukan aktivitas akan berkurang,<br />
menyebabkan penderita merasa lemah dan lelah. Gejala ini seringkali<br />
bersifat ringan. Untuk mengatasinya, penderita biasanya mengurangi<br />
aktivitasnya secara bertahap atau mengira gejala ini sebagai bagian<br />
dari penuaan.<br />
• Palpitasi (jantung berdebar-debar)<br />
• Pusing &amp; pingsan. Penurunan aliran darah karena denyut atau irama<br />
jantung yang abnormal atau karena kemampuan memompa yang buruk, bisa<br />
menyebabkan pusing dan pingsan.</p>
<p><strong>Tanda-tanda Peringatan Dini</strong><br />
Bagaimanapun, salah sekali pendapat bahwa sebuah serangan jantung<br />
datang seperti petir di siang bolong. Serangan jantung adalah puncak<br />
bencana dari sebuah proses kerusakan yang berlangsung lama, yang<br />
sering melibatkan kejutan-kejutan emosional, kekacauan fisiologis dan<br />
kelelahan mental. Tanda-tanda peringatan dini begitu subyektif dan<br />
begitu tersamar, sehingga bahkan dokter yang terlatih untuk sengukur<br />
segala sesuatu secaraobyektif masih bisa mengabaikannya.</p>
<p><strong>Diagnosis</strong><br />
Berdasarkan gejala-gejala yang dirasakan, seorang dokter dapat membuat<br />
perkiraan yang nalar tentang apakah gejala-gejala itu mengisyaratkan<br />
serangan jantung atau tidak. Kecurigaannya mungkin diperkuat oleh<br />
penampilan si penderita, tingkat tekanan darah dan bunyi detak<br />
jantung. Dokter mungkin akan mengirimnya ke pemeriksaan ECG dan uji<br />
darah, tetapi bila masih merasakan nyeri, dokter barangkali akan<br />
memberi suntikan penghilangrasa nyeri sebelum pemeriksaan itu. Ini<br />
karena nyeri yang menakutkan dapat membawa ke jurang yang lebih dalam,<br />
yang bisa menyebabkan gejala jantung. Nyeri itu juga dapat menimbulkan<br />
dampak psikologis jangka panjang. ECG pertama mungkin tidak<br />
menunjukkan tanda-tanda serangan jantung dan mungkin pemeriksaan itu<br />
harus diulang. Kadang-kadang uji yang kedua pun masih tidak<br />
menunjukkan perubahan, dan selama hal ini, diagnosis akan bergantung<br />
pada pemeriksaan darah. Jantung, seperti smeua sel tubuh lain,<br />
mengandung bahan-bahan kimia khusus yang disebut enzim. Ketika sel-sel<br />
jantung mengalami kerusakan, enzim-enzim yang dilepaskan beredar<br />
bersama aliran darah. etelah sebuah serangan jantung, kadar sebagian<br />
enzim ini langsung naik, tetapi selanjutnya enzim-enzim tersebut lekas<br />
mengurai dan karena itu tidak terdeteksi lagi setelah sehari atau du<br />
hari; ada enzim yang baru dilepaskan beberapa jam atau bebera hari<br />
kemudian tetap tinggal dalam darah selama beberapa hari atau bahkan<br />
beberapa minggu.<br />
10 anggapan salah tentang penyakit jantung<br />
1. Penyakit jantung hanya terjadi pada orang gemuk saja<br />
2. Penyakit jantung tidak bisa pada anak atau orang muda<br />
3. Wanita terbebas dari penyakit jantung<br />
4. Penyakit jantung hanya satu macam<br />
5. Jantungnya sehat, tak mungkin bisa sakit jantung<br />
6. Tidak ada hubungan dengan serangan stroke<br />
7. Penyakit jantung merupakan penyakit keturunan<br />
8. Penyakit jantung tidak dapat dicegah<br />
9. Terkena penyakit jantung sebab sering dikagetkan<br />
10. Penyakit jantung muncul sebab sering mengonsumsi menu jantung pisang</p>
<p>(diambil dari milis hukum-online.com, ditulis oleh: HENDRA WIJANA)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://harddian.com/2008/09/03/sistem-kekebalan-tubuh-anda-bisa-mengatasi-penyakit-jantung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rokok mengandung bahan radioaktif polonium 210</title>
		<link>http://harddian.com/2008/09/03/rokok-mengandung-bahan-radioaktif-polonium-210/</link>
		<comments>http://harddian.com/2008/09/03/rokok-mengandung-bahan-radioaktif-polonium-210/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Sep 2008 11:10:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://harddian.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[WHEN the former K.G.B. agent Alexander V. Litvinenko was found to have been poisoned by radioactive polonium 210 last week, there was one group that must have been particularly horrified: the tobacco industry. The industry has been aware at least since the 1960s that cigarettes contain significant levels of polonium. Exactly how it gets into [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>WHEN the former K.G.B. agent Alexander V. Litvinenko was found to have<br />
been poisoned by radioactive polonium 210 last week, there was one<br />
group that must have been particularly horrified: the tobacco industry.</p>
<p><span id="more-32"></span>The industry has been aware at least since the 1960s that cigarettes<br />
contain significant levels of polonium. Exactly how it gets into<br />
tobacco is not entirely understood, but uranium “daughter products”<br />
naturally present in soils seem to be selectively absorbed by the<br />
tobacco plant, where they decay into radioactive polonium. High-<br />
phosphate fertilizers may worsen the problem, since uranium tends to<br />
associate with phosphates. In 1975, Philip Morris scientists wondered<br />
whether the secret to tobacco growers’ longevity in the Caucasus might<br />
be that farmers there avoided phosphate fertilizers.</p>
<p>How much polonium is in tobacco? In 1968, the American Tobacco Company<br />
began a secret research effort to find out. Using precision analytic<br />
techniques, the researchers found that smokers inhale an average of<br />
about .04 picocuries of polonium 210 per cigarette. The company also<br />
found, no doubt to its dismay, that the filters being considered to<br />
help trap the isotope were not terribly effective. (Disclosure: I’ve<br />
served as a witness in litigation against the tobacco industry.)</p>
<p>A fraction of a trillionth of a curie (a unit of radiation named for<br />
polonium’s discoverers, Marie and Pierre Curie) may not sound like<br />
much, but remember that we’re talking about a powerful radionuclide<br />
disgorging alpha particles — the most dangerous kind when it comes to<br />
lung cancer — at a much higher rate even than the plutonium used in<br />
the bomb dropped on Nagasaki. Polonium 210 has a half life of about<br />
138 days, making it thousands of times more radioactive than the<br />
nuclear fuels used in early atomic bombs.</p>
<p>We should also recall that people smoke a lot of cigarettes — about<br />
5.7 trillion worldwide every year, enough to make a continuous chain<br />
from the earth to the sun and back, with enough left over for a few<br />
side-trips to Mars. If .04 picocuries of polonium are inhaled with<br />
every cigarette, about a quarter of a curie of one of the world’s most<br />
radioactive poisons is inhaled along with the tar, nicotine and<br />
cyanide of all the world’s cigarettes smoked each year. Pack-and-a-<br />
half smokers are dosed to the tune of about 300 chest X-rays.</p>
<p>Is it therefore really correct to say, as Britain’s Health Protection<br />
Agency did this week, that the risk of having been exposed to this<br />
substance remains low? That statement might be true for whatever<br />
particular supplies were used to poison Mr. Litvinenko, but consider<br />
also this: London’s smokers (and those Londoners exposed to secondhand<br />
smoke), taken as a group, probably inhale more polonium 210 on any<br />
given day than the former spy ingested with his sushi.</p>
<p>No one knows how many people may be dying from the polonium part of<br />
tobacco. There are hundreds of toxic chemicals in cigarette smoke, and<br />
it’s hard to sort out how much one contributes compared to another —<br />
and interactive effects can be diabolical.</p>
<p>In a sense, it doesn’t really matter. Taking one toxin out usually<br />
means increasing another — one reason “lights” don’t appear to be much<br />
safer. What few experts will dispute is the magnitude of the hazard:<br />
the World Health Organization estimates that 10 million people will be<br />
dying annually from cigarettes by the year 2020 — a third of these in<br />
China. Cigarettes, which claimed about 100 million lives in the 20th<br />
century, could claim close to a billion in the present century.</p>
<p>The tobacco industry of course doesn’t like to have attention drawn to<br />
the more exotic poisons in tobacco smoke. Arsenic, cyanide and<br />
nicotine, bad enough. But radiation? As more people learn more about<br />
the secrets hidden in the golden leaf, it may become harder for the<br />
industry to align itself with candy and coffee — and harder to<br />
maintain, as we often hear in litigation, that the dangers of tobacco<br />
have long been “common knowledge.” I suspect that even some of our<br />
more enlightened smokers will be surprised to learn that cigarette<br />
smoke is radioactive, and that these odd fears spilling from a<br />
poisoned K.G.B. man may be molehills compared with our really big<br />
cancer mountains.</p>
<p>Robert N. Proctor is a professor of the history of science at Stanford<br />
University.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://harddian.com/2008/09/03/rokok-mengandung-bahan-radioaktif-polonium-210/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

